Terkadang manusia bisa tenggelam dalam pikirannya sendiri, overthingking, bahkan bisa sampai stress. Sedangkan Allah saja sudah menetapkan takdir yang harus kita jalani. Karena Allah punya jalan terbaik untukmu. Tidak hanya itu ketika kita dituntut untuk bisa menjadi sempurna, sedangkan kesempurnaan itu hanya milik Allah saja.
Ayat 1: wa'dhuha
Artinya: Demi waktu Dhuha ketika matahari naik sepenggal
Makna: Waktu waktu seperti ini banyak sekali orang lalai. Banyak orang beraktifitas seperti bekerja, sekolah, dan lainnya.
Ayat 2 : wal Laili Idza sajaa
Artinya: dan demi malam apabila telah sunyi
Makna: waktu malam ketika semua udah istirahat. Udah waktunya tidur. Waktu waktu ini sering juga disebut waktu tahajud.
Ayat 3: ma wad da'aka rabbuka wa ma qalaa
Artinya: tuhanmu tidak meninggalkan engkau dan tidak pula membencimu
Makna: dan berharaplah kepada Allah. janganlah sesekali kamu berharap selain Allah. Takutnya nanti kalian bakal kecewa jika berharap selain Allah.
Ayat 4: walal-aakhiratu Khairul Lala minal uula
Artinya: dan sungguh yang kemudian itu lebih baik bagimu dari yang permulaan.
Makna: dilanjut pada ayat ke 4 bahwa lebih baik berharap kepada Allah SWT
Ayat 5: wa la sawfa y'utiika rabbuka fatardha
Artinya: dan sungguh, kelak tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas.
Makna: ingatlah disetiap persoalan pasti akan ada kemudahan. Dan disetiap rangkaian ujian akan ada nikmat yang Allah berikan. Engkau akan berkata"ya Allah inilah yang engkau maksud". Allah maha mengetahui segalanya. Dan Allah maha menghendaki.
Ayat 6: alam yajidka yatiiman fa aawaa
Artinya: bukankah dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu dia melindungimu.
Ayat 7: wa wa jadaka dhallaan fahada
Artinya: dan dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu dia memberikan petunjuk.
Makna: Allah akan memberikan petunjuk kepada hamba-nya yang senantiasa bersabar.
Ayat 8: wa wa jadzaka a'ilan faa a'gdza
Artinya: dan dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu dia memberikan kecukupan.
Makna: dan Allah juga memberi kecukupan. Maka kita harus pandai pandai bersyukur.
Ayat 9: faa ammaa yati'ma dalam taqhar
Artinya: maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.
Ayat 10: wa ammassa ila fala tanhar
Artinya: dan terhadap orang yang meminta minta janganlah engkau menghardiknya.
Ayat 11: wa amma bi ni'mati rabbuka fahaddist.
Artinya: dan terhadap nikmat tuhanmu hendaklah engkau nyatakan dengan bersyukur.
Komentar
Posting Komentar